Rabu, 19 Januari 2011

Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.

Klasifikasi

Osteoporosis primer

Osteoporosis primer sering menyerang wanita paska menopause dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.

Osteoporosis sekunder

Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan :
  • Cushing's disease
  • Hyperthyroidism
  • Hyperparathyroidism
  • Hypogonadism
  • Kelainan hepar
  • Kegagalan ginjal kronis
  • Kurang gerak
  • Kebiasaan minum alkohol
  • Pemakai obat-obatan/corticosteroid
  • Kelebihan kafein
  • Merokok

Penyebab

Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.
Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.
Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan.Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.
Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Gejala

Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Beberapa penderita tidak memiliki gejala.
Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk.
Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan. Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan. Jika disentuh, daerah tersebut akan terasa sakit, tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. Jika beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager), yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit.
Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh. Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul. Yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan, yang disebut fraktur Colles. Selain itu, pada penderita osteoporosis, patah tulang cenderung menyembuh secara perlahan.

Diagnosa

Pada seseorang yang mengalami patah tulang, diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan rontgen tulang. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lainnya yang bisa diatasi, yang bisa menyebabkan osteoporosis.
Untuk mendiagnosis osteoporosis sebelum terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan yang menilai kepadatan tulang. Pemeriksaan yang paling akurat adalah DXA (dual-energy x-ray absorptiometry). Pemeriksaan ini aman dan tidak menimbulkan nyeri, bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit. DXA sangat berguna untuk:
  • wanita yang memiliki risiko tinggi menderita osteoporosis
  • penderita yang diagnosisnya belum pasti
  • penderita yang hasil pengobatannya harus dinilai secara akurat.

Patogenesis

Mekanisme yang mendasari dalam semua kasus osteoporosis adalah ketidakseimbangan antara resorpsi tulang dan pembentukan tulang. Dalam tulang normal, terdapat matrik konstan remodeling tulang; hingga 10% dari seluruh massa tulang mungkin mengalami remodeling pada saat titik waktu tertentu. Proses pengambilan tempat dalam satuan-satuan multiseluler tulang (bone multicellular units (BMUs)) pertama kali dijelaskan oleh Frost tahun 1963.[1] Tulang diresorpsi oleh sel osteoklas (yang diturunkan dari sumsum tulang), setelah tulang baru disetorkan oleh sel osteoblas.[2]

Pengobatan

Tujuan pengobatan adalah meningkatkan kepadatan tulang. Semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis, harus mengkonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi.
Wanita paska menopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat, yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya. Bifosfonat juga digunakan untuk mengobati osteoporosis.
Alendronat berfungsi:
  • mengurangi kecepatan penyerapan tulang pada wanita pasca menopause
  • meningkatakan massa tulang di tulang belakang dan tulang panggul
  • mengurangi angka kejadian patah tulang.
Supaya diserap dengan baik, alendronat harus diminum dengan segelas penuh air pada pagi hari dan dalam waktu 30 menit sesudahnya tidak boleh makan atau minum yang lain. Alendronat bisa mengiritasi lapisan saluran pencernaan bagian atas, sehingga setelah meminumnya tidak boleh berbaring, minimal selama 30 menit sesudahnya. Obat ini tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki kesulitan menelan atau penyakit kerongkongan dan lambung tertentu.

Kalsitonin dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang menderita patah tulang belakang yang disertai nyeri. Obat ini bisa diberikan dalam bentuk suntikan atau semprot hidung.
Tambahan fluorida bisa meningkatkan kepadatan tulang. Tetapi tulang bisa mengalami kelainan dan menjadi rapuh, sehingga pemakaiannya tidak dianjurkan.
Pria yang menderita osteoporosis biasanya mendapatkan kalsium dan tambahan vitamin D, terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak menyerap kalsium dalam jumlah yang mencukupi. Jika kadar testosteronnya rendah, bisa diberikan testosteron.
Patah tulang karena osteoporosis harus diobati. Patah tulang panggul biasanya diatasi dengan tindakan pembedahan. Patah tulang pergelangan biasanya digips atau diperbaiki dengan pembedahan. Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat, diberikan obat pereda nyeri, dipasang supportive back brace dan dilakukan terapi fisik.

Pencegahan

Pencegahan osteoporosi meliputi:
  • Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup
  • Melakukan olah raga dengan beban
  • Mengkonsumsi obat (untuk beberapa orang tertentu).
Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (sekitar umur 30 tahun). Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari, bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium. Akan tetapi tablet kalsium dan susu yang dikonsumsi setiap hari akhir - akhir ini menjadi perdebatan sebagai pemicu terjadi osteoporosis, berhubungan dengan teori osteoblast.
Olah raga beban (misalnya berjalan dan menaiki tangga) akan meningkatkan kepadatan tulang. Berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.
Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron. Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause; tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi risiko patah tulang. Raloksifen merupakan obat menyerupai estrogen yang baru, yang mungkin kurang efektif daripada estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang, tetapi tidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim. Untuk mencegah osteroporosis, bisfosfonat (contohnya alendronat), bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon.

Epidemiologi

Sementara ini diperkirakan 1 dari 3 wanita dan 1 dari 12 pria di atas usia 50 tahun di seluruh dunia mengidap osteoporosis. Ini menambah kejadian jutaan fraktur lainnya pertahunnya yang sebagian besar melibatkan lumbar vertebra, panggul dan pergelangan tangan (wrist). Fragility fracture dari tulang rusuk juga umum terjadi pada pria.

Fraktur Panggul

Fraktur panggul paling sering terjadi akibat osteoporosis. Di AS, lebih dari 250.000 fraktur panggul pertahunnya merupakan akibat dari osteoporosis. [3] Ini diperkirakan bahwa seorang wanita kulit putih usia 50 tahun mempunyai waktu hidup 17,5% berisiko fraktur femur proksimal. Insidensi fraktur panggul meningkat setiap dekade dari urutan ke 6 menjadi urutan ke 9 baik untuk wanita maupun pria pada semua populasi. Insidensi tertingi ditemukan pada pria dan wanita usia 80 tahun ke atas.[4]

Fraktur Vertebral

Antara 35-50% dari seluruh wanita usia di atas 50 tahun setidaknya satu mengidap fraktur vertebral. Di AS, 700.000 fraktur vertebra terjadi pertahun, tapi hanya sekitar 1/3 yang diketahui. Dalam urutan kejadian 9.704 wanita usia 68,8 tahun pada studi selama 15 tahun, didapatkan 324 wanita sudah menderita fraktur vertebral pada saat mulai dimasukkan ke dalam penelitian; 18.2% berkembang menjadi fraktur vertebra, tapi risiko meningkat hingga 41.4% pada wanita yang sebelumnya telah terjadi fraktur vertebra. [5]

Fraktur Pergelangan Tangan

Di AS, 250.000 fraktur pergelangan tangan setiap tahunnya merupakan akibat dari osteoporosis.[3] Fraktur pergelangan tangan merupakan tipe fraktur ketiga paling umum dari osteoporosis. Resiko waktu hidup yang ditopang fraktur Colles sekitar 16% untuk wanita kulit putih. Ketika wanita mencapai usia 70 tahun, sekitar 20%-nya setidaknya terdapat satu fraktur pergelangan tangan[4]

Fraktur Tulang Rusuk

Fragility fracture dari tulang iga umumnya terjadi pada laki-laki usia muda 25 tahun ke atas. Tanda-tanda osteoporosis pada pria ini sering diabaikan karena sering aktif secara fisik dan menderita fraktur pada saat berlatih aktivitas fisik. Contohnya ketika jatuh saat berski air atau jet ski. Bagaimanapun, tes cepat dari tingkat testosteron individu berikut diagnosis fraktur akan nampak dengan mudah apakah individu kemungkinan berisiko.

Pengobatan Fisioterapi

Penyakit atau gangguan kesehatan apa saja yang dapat disembuhkan atau ditolong dengan fisioterapi?

* Gangguan pada sendi atau otot misalnya : nyeri pergal linu, kaku, bengkak akibat keseleo/terkilir, rhematik, sakit pinggang, sakit tengkuk, dll.
* Kelumpuhan otot akibat gangguan/kerusakan syaraf, misalnya : stroke, wajah perot, kelumpuhan anggota otot anggota gerak(akibat kecelakaan/infeksi)
* Gangguan nafas, misalnya : sesak nafas akibat asthma, bronchitis (ISPA), sesak nafas karena kegemukan.


* Patah tulang(kaki, tangan, atau kaku sendi) dan akibatnya.
* Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, misalnya : terlambat jalan, kelainan fisik, cacat, dll.
* Gangguan fungsi jantung, misal : dekom jantung koroner, otot jantung kurang darah(AMI).
* Memperlancar proses persalinan, megembalikan organ tubuh pasca persalinan, meningkatkan dkesuburan kandungan, mencegah gangguan fisik ibu hamil(senam hamil, senam nifas).
* Meningkatkan kebugaran tubuh dan kecantikan dengan cara senam(body language, aerobic, nafas segar, asthma, pencegahan osteoporosis, haji, stroke, lansia, SSI, jantung,dll.)
* Gangguan akibat operasi, misalnya : nyeri daerah yang dioperasi dan gangguan gerakan sendi disekitar yang operasi.


Bagaimana cara Fisioterapi mengobati pasien menggunakan khasiat tenaga alam?
Tergantung jenis penyakit yang ada pada pasien, fisioterapi menggunakan berbagai jenis pengobatan, antara lain :

* Electroterapi(rangsangan arus listrik medis)
* Termoterapi (pemanasan dengan medan lisrik atau medan magnet)
* Actinoterapi (penyinaran dengan infra merah, ultraviolet, dan laser)
* Manual terapi (pengobatan dengan manipulasi)
* Latihan gerak badan (untuk mengembalikan gerak dan fungsionalitas tubuh),Dll.

Fisioterapi Indonesia Ala Kadarnya

JAKARTA - Fisioterapi (terapi fisik) selama ini dikenal sebagai unsur tak terpisahkan dalam bidang olahraga. Sayangnya, di Indonesia unsur ini seakan tidak terlalu diperhatikan secara serius. "Fisioterapi di Indonesia ini ala kadarnya, " ujar Wakil Presiden Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Indra Kartasasmita, yang ditemui Republika di sela-sela seminar Fisioterapi dan Nutrisi Olahraga di Kedutaan Besar Australia. Jumat (21/5). Terkesan seadanya, kata Indra, dikarenakan tidak adanya institusi yang secara khusus membidangi fisioterapi.
"Sebenarnya para tenaga fisioterapi di Indonesia cukup profesional karena banyak ahli asal Indonesia yang telah memperoleh ilmu fisioterapi dari luar negeri," katanya. Tapi, keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas tersebut tidak diimbangi dengan peralatan yang memadai.
KOI, kata Indra, dalam waktu dekat berencana untuk mengirimkan para fisio-terapis Indonesia untuk belajar ke Australia. "Tujuannya tidak semata-mata mendapatkan bekal berupa kemampuan, akan tetapi juga supaya mereka bisa membandingkan alat-alat yang mereka miliki dengan alat-alat yang dimiliki di Australia," katanya.
Ke depannya, KOI berencana membuat sebuah institusi fisioterapi nasional. Sehingga, jika terdapat atlet-atlet timnas yang cedera bisa menjalani rehabilitasi di tempat tersebut untuk memulihkan kondisinya. "Selama ini fisioterapi di Indonesia diasosiasikan dengan tukang pijat atau tukang urut. Seharusnya tidak seperti itu. Kita harus memiliki sebuah sports science center untuk menampung para fisioterapi tersebut," tutur Indra. Mengenai kapan ide tersebut direalisasikan. Indra menyatakan akan membahasnya terlebih dahulu dengan jajaran KOI. Jika disetujui, maka KOI akan segera
Indra Kartasasmita
Wakil Presiden Komite Olimpiade Indonesi (KOI)mengirimkan para fisiote-rapis tersebut. Menurut Indra, penurunan prestasi olahraga nasional akhir-akhir ini salah satunya diakibatkan ketertinggalan di bidang ilmu fisioterapi. "Masih untung kita masih berprestasi di bidang angkat besi dan bulu tangkis. Tapi jika ingin ma-ju, kita tidak bisa terus-menerus seperti ini," kata Indra.
Ahli fisioterapi asal Australia, Michael Wood, mengatakan, belum berkembangnya dunia fisioterapi di Indonesia hanya disebabkan oleh belum adanya kesempatan yang dimiliki. Menurut fisioterapis yang pernah bekerja di klub sepak bola Australia, Perth Glory, itu Indonesia perlu memiliki sebuah institusi fisioterapi yang memiliki manajemen yang baik.
"Saat ini perkembangan fisioterapi di dunia sangat pesat dan menantang. Hampir semua klub olahraga profesional memiliki fisioterapi sendiri. Indonesia harus meningkatkan kualitas para fisioterapinya jika tidak ingin tertinggal," kata Wood. KOI kemarin dianugerahi Allan Taylor Sports Award 2010 oleh Kedutaan Besar Australia. Selain itu, KOI juga mendapatkan hibah sebesar 10 ribu dolar Australia. lem

Kategori Artikel : Fisioterapi Tumbuh Kembang Anak Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Gangguan atau kelainan tumbuh kembang anak meliputi gangguan tumbuh dan kembang maupun keduanya. Setiap penyimpangan atau hambatan terhadap proses pertumbuhandan perkmbangan dapat berakibat gangguan tumbuh kembang dan cacat.
Beberapa factor resiko dan penyebab gangguan/kelainan tumbuh kembang anak, sbb :
1. Usia ibu terlalu muda (<18 tahun) : retardasi mental, trisomi (gangguan gen yang dibawa sejak lahir). 2. Usia ibu terlalu tua (>35 tahun) : retardasi mental, mongolism, Klenefelters, Kelainan SP Celah bibir dan langit-langit.
3. Umur ayah terlalu tua : Akhondroplasia, tuli, kelainan SSP.
4. Genetic : Berbagai penyakit herediter, Retardasi mental, Kecenderungan premature/postmatur.
5. Faktor Sosial (kemiskinan) : BBLR, Kelainan bawaan
6. Gizi kurang : BBLR, Retardasi mental, Kerusakan Otak janin
7. Anak Pertama : Gangguan sikap dan perilaku, Berbagai kelainan bawaan, Disfungsi minimal otak.
8. Jarak anak terlalu dekat : Prematuritas, Gangguan psikomotor
9. Ibu perokok : BBLR/janin tumbuh lambat
10. Factor musim dan ras : Spina bifida, polidaktili
11. Infeksi TORCH : Berbagai kelainan bawaan
12. Endokrin/hormone : Hipoglikemia, gigantism, Hipotiroidism
13. Trauma lahir : CP, Retardasi mental
14. Trauma sesudah lahir : CP, Cacat tubuh
15. Infeksi Susunan saraf : Kelumpuhan, retardasu mental, bisu, tuli, buta, dsb.

Informasi Lain yang Berkaitan:

Kategori Artikel : Komunikasi profesional fisioterapi Komunikasi Teraupetik Pada Usia Akhir

Pengertian
Komunikasi therapeutik adalah komunikasi ditujukan untuk mengubah perilaku klien dalam pencapai tingkat kesehatan yang optimal. (Stuart. G.W. 1998). Komunikasi therapeutik adalah kemampuan atua keterampilan perawat untuk membantu klien beradaptasi terhadap stres, mengatasi gangguan psikologis, dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain. (Northhouse, 1998).
Tujuan
Tujuan komunikasi therapeutik adalah :
1. Realisasi diri, penerimaan diri dan peningkatan penghormatan diri.
2. Kemampuan membina hubungan interpersonal yang tidak superfisial dan akan saling bergantung dengan orang lain.
3. Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan yang realistis.
4. Identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri.
Prinsip
Prinsip komunikasi therapeutik yaitu :
1. Hubungan perawat dengan klien adalah hubungan therapeutik yang saling menguntungkan.
2. Perawat harus menghargai keunikan klien.
3. Semua komunikasi yang dilakukan harus dapat menajga harga diri pemberi maupun penerma pesan, dalam hal ini perawat harus mampu menjaga harga dirinya dan harga diri klien.
4. Komunikasi yang menciptakan tumbuhnya hubungan saling percaya (trust).
Menghadirkan Diri
Menurut Haber J (1982) terdapat sebuah sikap atau cara menghadirkan diri secara fisik, yaitu :
1. Berhadapan
Berhadapan artinya menghadap klien, dengan jujur dan terbuka yaitu sikap tubuh dan wajar menghadap ke klien.
2. Mempertahankan kontak mata
Kontak mata menunjukkan bahwa perawat mendengar dan memperhatikan klien. Kontak mata pada level yang sama atau sejajar berarti menghargai klien dan mengatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi.
3. Membungkuk ke arah pasien.
Posisi ini menunjukkan bahwa perawat merespons dan perhatian terhadap klien, dan menunjukkan keinginan untuk membantu klien.
4. Mempertahankan sikap terbuka.
5. Tetap rileks.
Tahapan komunikasi therapeutik
1. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ini perawat menggali perasaan dan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. Pada tahap ini juga perawat mencari informasi tentang klien.
Tugas perawat pada tahap ini adalah :
* Mengeksplorasi perasaan, harapan dan kecemaasn, sebelum berinteaksi dengan klien, perawat perlu mengkaji perasaannya sendiri.
* Menganalisa kekuatan dan kelemahan diri.
* Mengumpulkan data tentang klien.
* Merencanakan pertemuan pertama dengan klien.
2. Tahap Perkenalan
Perkenalan merupakan kegiatan yang dilakukan perawat saat pertama kali bertemu atau kontak dengan klien.
Tugas perawat pada tahap ini adalah :
* a. Membina rasa saling percaya, menunjukkan penerimaan, dan komunikasi terbuka.
* b. Merumuskan kontrak bersama klien.
* c. Menggali pikiran dan perasaan serta mengidentifikasi masalah klien.
* d. Merumuskan tujuan dengan klien.
3. Tahap Kerja
Pada tahap ini perawat dan klien bekerja bersama-sama untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.
Pada tahap ini dituntut kemampuan perawat dalam mendorong klien mengungkapkan perasaan dan pikirannya, dituntut untuk mempunyai kepekaan dan tingkat analisis yang tinggi terhadap adanya perubahan dalam respon verbal maupun non verbal klien.
Dalam tahap kerja perawat perlu melakukan Active Listening karena tugas perawat pada tahap kerja ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah klien, perawat diharapkan mampu menyimpulkan percakapannya dengan klien.
4. Tahap Terminasi
Terminasi merupakan akhir dari pertemuan perawat-klien. Tahap terminasi dibagi dua yaitu terminasi sementara dan terminasi akhir.
Terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan perawat-klien.
Terminasi akhir terjadi jika perawat telah menyelesaikan proses keperawatan secara keseluruhan.
Tugas perawat pada tahap ini adalah :
* a. Mengevaluasi encapaian tujuan dari interaksi yang telah dilakukan. Evaluasi ini disebut evaluasi objektif.
* b. Melakukan evaluasi subyektif
* Evaluasi subjektive dilakukan dengan menanyakan perasaan klien setelah berinteraksi dengan perawat.
* c. Menyepakati tindak lanjut terhadap interaksi interaksi yang telah dilakukan.
* d. Membuat kontak untuk pertemuan berikutnya.
Strategi menanggapi respon klien
1. Bertanya
Bertanya merupakan teknik yang dapat mendorong klien untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya.
2. Mendengarkan
Mendengarkan merupakan dasar utama dalam komunikasi therapeutik.
3. Mengulang
Mengulang yaitu kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien.
4. Klasifikasi
Klasifikasi adalah meyakinkan kembali ide-ide pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk menjelaskan arti dari ungkapannya.
5. Refleksi
Refleksi adalah mengarahkan kembali ide, perasaan, pertanyaan, dan isi pembicaraan kembali klien.
6. Memfokuskan.
7. Diam
8. Memberi informasi
9. Menyimpulkan
10. Mengubah cara pandang
11. Eksporasi
12. Membagi persepsi
13. Mengidentifikasi tema
14. Humor
15. Memberi pujian

Pemulihan Strok.

Pemulihan awal adalah teramat penting. Setiap mangsa strok mesti mendapatkan rawatan pemulihan secepat mungkin.
Membantu penjaga menghadapi cabaran. Ramai orang merasa agak kurang pasti bagaimana mereka akan menghadapi cabaran menjaga mangsa strok di rumah. Jika anda adalah penjaga yang utama, perkara-perkara yang paling penting adalah untuk:
  1. Mendapatkan maklumat mengenai perkhidmatan dan sokongan yang boleh diperolehi bagi pemulihan
  2. Jangan buat semua tugas sendirian. Dapatkan bantuan amali dengan rutin harian
  3. Bertolak ansur
  4. Berikan diri anda masa rehat yang teratur

Mengapa Pemulihan?

Matlamat-matlamat pemulihan adalah untuk memperbaiki fungsi dan mendapat sebanyak mungkin kemandirian yang boleh. Seperti juga setiap strok memberi kesan yang berbeza kepada seseorang, jenis-jenis pemulihan yang diperlukan juga berbeza dari seorang ke seorang.

Apa itu Pemulihan?

Pemulihan merangkumi berbagai perkhidmatan termasuk terapi pertuturan, fizikal, cara kerja dan rekreasi dan aktiviti berkumpulan. Pakar-pakar yang menyediakan perkhidmatan ini membantu mangsa strok bercakap/ bertutur semula, berjalan semula dan mendapatkan kembali kemahiran lain yang dipunyainya sebelum mengalami strok. Mereka juga membantu mangsa strok mempelajari cara baru berbuat sesuatu untuk mengimbangi kemahiran yang telah hilang.

Maklumat Mengenai Pemulihan.

Pemulihan awal adalah teramat penting. Setiap mangsa strok mesti mendapatkan rawatan pemulihan secepat mungkin. Lebih cepat terapi pemulihan dimulakan; lebih cepat otak dapat mempelajari semula pergerakan normal. Lebih lama terapi pemulihan ditangguhkan, lebih sukar bagi mangsa strok untuk pulih.
  1. Belajar dari doktor, jururawat dan ahli terapi bagaimana untuk membantu mangsa strok menjalankan senaman harian dan bentuk penjagaan yang lain. Periksa sama ada anda boleh kembali ke hospital untuk rawatan terapi pesakit luar.
  2. Berkongsilah dengan pekerja kemasyarakatan seperti Befrienders, ketua-ketua agama atau sahabat-sahabat karib untuk membantu anda menghadapi keperluan emosi dan fizikal yang diperlukan akibat trauma selepas strok.
  3. Hubungi Ibu Pejabat NASAM. Mereka akan memberitahu di mana pusat NASAM yang terdekat dengan anda. Jika tiada pusat berdekatan tempat tinggal anda, HQ NASAM akan membantu dengan memberikan maklumat berkenaan bantuan.

Kaunseling

Kaunseling adalah secara asasnya satu hubungan berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat di antara kaunselor dan mereka yang menjalani kaunseling, bagi membantunya menghadapi, atau menerima masalahnya yang bersifat emosi atau psikologi. Kaunseling bukan untuk memberitahu seseorang apa yang mesti dilakukan, memberikan penyelesaian mudah atau menjadikan seseorang itu bergantung kepada kaunselor.

Bagaimana ia membantu.

Selain dari masalah fizikal yang lebih ketara, kesan-kesan strok juga melemahkan emosi. Kemurungan, perasaan cemas, marah, tidak percaya dan “kenapa aku” adalah beberapa gejala yang akan melambatkan proses pemulihan.
Kaunseling bermakna mendengar luahan mangsa strok dengan cara yang tenang dan tidak menghukum. Membolehkan mereka mencari kelegaan dan berkongsi, untuk menguatkan kepentingan pendapat mereka dan kepentingan diri mereka sendiri. Diharap yang mangsa strok akan beransur-ansur mengatasi halangan-halangan psikologi yang mungkin melambatkan pemulihan mereka secara keseluruhan.
Kadang kala, kaunseling juga diberikan kepada ahli keluarga yang bermasalah menghadapi atau menyesuaikan diri dengan tanggungjawab dan perubahan gaya hidup dalam menjaga seorang mangsa strok. Prinsip-prinsip asas dalam kaunseling adalah setiap seorang mempunyai nilainya tersendiri, adalah unik, mampu berubah, dan mempunyai kekuatan dan tanggungjawab untuk berubah, oleh itu, perlu bertindak dengan kepercayaan yang ‘ada kehidupan selepas strok’.