Minggu, 16 Januari 2011

tips nyari bengkel modifikasi agar nggak ketipu…

Tips supaya nggak salah masuk bengkel modif kira-kira kayak ini:
1. Jangan mudah percaya dari omongan ataupun bacaan yang merekomendasi sebuah bengkel tanpa kamu sendiri kenal dekat dulu ama yang punya tempat. minimal satu kota yang bisa kamu continue kunjungi.
2. bengkel yang benar belum tentu yang tiap hari ramai dikunjungi pasien, atau sering di tampilin di media masa..meski kerjaannya sering menang kontes (biasanya motor sendiri yang dimodif atau teman dekatnya) kalo bagus buat kalangan teman sendiri,namun buat orang lain belum tentu dibagusin. dijamin hasil kerjanya ngawur!
3. Tak kenal maka tak sayang. makin kenal makin sungkan kalo mau nipu..makanya buat ngetets bengkel itu bisa dipercaya atau tidak, kasih order yang ringan-ringan dulu. seperti minta sambungin bodi plastik yang pecah atau betulin rem yang ngadat dulu. kalo kerjaannya benar, bisa next trial berikutnya..he..he.. agak kejam gak popo!
4. Sebaiknya jangan kasih uang muka terlalu besar dari yang disepakati. intinya cuma tanda jadi bukan uang untuk beli bahan kerja. sebaiknya minta kwitansi dengan tanda tangan dan materai, ada tanggal jadi dan tanggal selesai yang disanggupinya  (resmi banget emang nyang penting hati adem)
5. Pastikan sebelum memodifikasi motormu kamu punya sket konsep yang dipenginin. bisa digambar sendiri, minta modifikatornya yang gambarin, atau minta bro Oto2 buat sketin heheheh…(promo sendiri). karena tanpa sket, kerja dan hasilnya bisa jauh melenceng..ujung-ujungnya beli bahan bengkak dan ongkos kerja bisa-bisa ditarik yang punya bengkel lagi..tuh berabe khan!
6. Sediakan waktu tiap tiga hari sekali mengecek ke bengkelnya. cek terus hasil kerjaannya yang kurang baik, tapi jangan nyolot lho!
7. Setelah jadi, agak cerewet dikit gak papa asal jangan kelewatan. kritik kerjaannya yang kurang benar, dan pastikan dapat garansi. biasanya kalo bengkel yang benar pasti menyilahkan hasil kerjaanya diperbaiki jika dikemudian hari ada troubel (asal jangan sering bolak-balik).
8. jangan lupa minta kembali barang-barang yang sudah diganti dengan barang variasimu.

Suzuki Satria Fu 150

FU memang unggul teknologi mesin. selain cc yg lebih besar daripada CS-1, mesin FU juga sudah menggunakan kem ganda (DOHC) 4 katup. jadi tidak heran jika powernya unggul 3,2 ps dibanding CS-1. harganya juga lebih murah sekitar 300rb dari CS-1.
Pengendalian motor juga baik meski secara keseluruhan FU harus mengakui keunggulan CS-1 soal riding position. karena mengendarai FU pengemudi harus sedikit membungkuk karena setang bawaan model jepit.
Kekurangan FU ada pada konsumsi BBM yg boros. satu liter paling bisa dipakai jalan tak lebih 30 km. mungkin karena itu motor ini dibekali tangki bensin paling besar. selain itu untuk menyetel klep motor ini tidak bisa dilakukan sembarangan karena penyetelan tak lagi menggunakan fuller gauge melainkan dengan menanam shim. salah penanganan FU justru gak lari. motor ini juga kurang fungsional karena desainnya murni bebek sport yg tidak menyediakan boks penyimpanan barang.
SPESIFIKASI TEKNIS
Dimensi
Panjang x Lebar x Tinggi (mm) 1.945 x 650 x 980
Jarak sumbu roda (mm) 1.280
Jarak terendah ke tanah (mm) 140
Berat kosong (kg) 109
Kapasitas tangki BBM (liter) 4,9
Rangka
Tipe rangka Underbone
Suspensi depan Teleskopik
Suspensi belakang Monosok
Rem depan Cakram
Rem belakang Cakram
Tipe & ukuran ban depan 70/90-17
Tipe & ukuran ban belakang 80/90-17
Mesin
Tipe 4 langkah DOHC
Sistem pendingin Udara
Diameter x langkah (mm) 62 x 48,8
Kapasitas silinder (cc) 147
Perbandingan kompresi 10,2:1
Daya maksimum (ps/rpm) 16/9.500
Torsi maksimum (Nm/rpm) 12,5/8.500
Transmisi Manual 6speed

Honda CS-1

Motor ini unggul telak soal riding position. posisi stang, stepbar dan jok terasa pas. dijamin tidak membuat punggung cepat pegal. responsif dan tenaganya pas. gelagat motor saat menikung cepat di tikungan mudah dikontrol karena penyaluran tenaga reponsif namun smooth.
CS-1 juga stabil saat dikebut di jalan bergelombang apalagi mulus. kelebihan lain adalah fitur spt panel indikator digital dan dobel cakram untuk bagian pengereman.
Tampangnya futuristik dijamin membuat pengendara lain menoleh. desainnya memang agak aneh, tapi melihat kedepan inilah desain yg bakal banyak dipakai.
Kelemahannya, posisi gigi terkadang suka pindah dengan sendirinya. persnelingnya walau enteng dilakukan ketika memindahkan gigi masih disertai bunyi.
SPESIFIKASI TEKNIS
Dimensi
Panjang x Lebar x Tinggi (mm) 1.932 x 682 x 1.042
Jarak sumbu roda (mm) 1.251
Jarak terendah ke tanah (mm) 130
Berat kosong (kg) 114
Kapasitas tangki BBM (liter) 4,1
Rangka
Tipe rangka Twin tube
Suspensi depan Teleskopik
Suspensi belakang Monosok
Rem depan Cakram
Rem belakang Cakram
Tipe & ukuran ban depan 70/90-17
Tipe & ukuran ban belakang 80/90-17
Mesin
Tipe 4 langkah SOHC
Sistem pendingin Cair
Diameter x langkah (mm) 58 x 47,2
Kapasitas silinder (cc) 124,7
Perbandingan kompresi 10,7:1
Daya maksimum (ps/rpm) 12,8/10.000
Torsi maksimum (Nm/rpm) 10,2/7.500
Transmisi Manual 5 speed

MODIFIKASI BALAP HONDA CS1

Lagi seputar oprek honda CS1, dan kali ini motor CS1 yang ditujukan buat balapan drag bike. Fenomena head swap (ganti head) kian ramai. Jika sebelumnya Honda CB100 atau GL jadi korban, Hermanu dari Hku Racing Motorsport Surabaya memilih memodifikasi extrem Honda CitySport1.
”Lagi coba arah modifikasi extrem untuk drag.  Saat ini sedang riset Honda CS1 untuk kepentingan drag bike,” papar Hermanu yang tahu seluk beluk mesin Honda ini.
CS1 kilikan Hermanu ini pun sudah mengalami Head Swap. Bukan hanya itu, kapasitas mesin pun naik 47% dari kapasitas aslinya. Volume silinder CS1 asli yaitu 125cc, ”sekarang kapasitasnya 184cc, naik 59cc dari aslinya,” urai Hermanu mantan Instruktur Honda ini.  Kapasitas segitu didapat dari pengalian piston Tiger berdiameter 63,5mm dengan stroke 58,2mm.
Tentu mencoba kelas Bebek 4Tak sampai dengan 200cc tidak hanya modal volume mesin. Korekan kudu menunjang. Basis awal kepala silinder CS1 yang hanya 2 klep ditukar dengan Honda CBR150 dengan teknologi DOHC 4klep dalam satu silinder. Persilangan tersebut menghasilkan rasio kompresi 13,7 : 1.
Kemudian durasi kem pun turut dimainkan demi memenuhi permintaan isapan piston tiger. Kem masuk dibuat 260 derajad sedangkan noken as buang digerus sampai menghasilkan 265 derajad. ”untuk menjaga keamanan lift valve tidak dibuat terlalu tinggi, cukup 7mm dulu,” ungkap mekanik yang lagi riset vixion drag, serta spesialis CBR150 dan Satria fu150 ini.
Sementara ini CS1 DOHC 184cc ini masih mampu menempuh waktu 8,9 detik menggunakan time resmi di lintasan 201m. Target selanjutnya mencari waktu 8 detik bersih. ”tentu harus riset lagi, pelan tapi pasti.” tutupnya.
Data modifikasi
Piston Tiger ; rasio kompresi 13,7:1 ; klep masuk 25mm ;klep buang 21mm ; CDI Rextor monster ; timing 15 derajad samapi 37 derajad ; rpm 13000 ; karburator Mikuni TM34mm ; tuner hku racing motorsport.

Sabtu, 15 Januari 2011

Naikkan peforma satria fu

Untuk menaikkan performa dari suzuki satria F-150 kita dapat menerapkan banyak langkah, seperti:

1. Mengaplikasi CDI racing
2. Mengganti knalpot Free Flow
3. Menaikkan pilot jet/spuyer -> 15, 17.5 (standar 12.5)
4. Mengganti karburator dengan tipe piston
* Tipe standar karburator satria F-150 ialah model vakum. Karburator bertipe piston ialah karburator yang gerakan skepnya langsung ditarik kabel gas. Pemasangan karburator ini bertujuan untuk mendapatkan akselarasi motor yang lebih spontan.
Pada pemilihan karburator cari minimal yang berdiameter venturi sama dengan karburator standar(26 mm) contoh karburator Mikuni VM26 milik Yamaha RX-King, atau kita dapat memasang yang lebih besar sedikit seperti karburator Keihin PE 28mm milik Honda NSR SP.
5. Menaikkan kompresi mesin
* Menaikkan kompresi dapat dilakukan dengan cara mengurangi ketebalan paking kepala silinder (cylinder head) atau bisa juga dengan melakukan pemapasan cylinder head sekitar 0,5 mm.
6. Mengganti gir belakang
* Dilakukan dengan mengganti jumlah mata gir belakang (standar 43 mata) dengan yang lebih kecil 42/41 mata)
7. Melakukan porting-polish pada saluran masukkan dan buangan
8. Mengganti kem berdurasi tinggi

Riset Seting SATRIA FU 150

Riset ini didedikasikan untuk para pengguna FU yang masih berstatus pelajar. Mengapa? Karena sekarang ini aku sering liat dijalan semakin banyak anak sekolahan menggunakan FU sebagai sarana transportasi ke sekolah, beberapa tampak masih standar, dan beberapa telah di upgrade sedikit, seperti misalnya pasang knalpot free flow tapi tanpa diikuti langkah lain, jadinya hanya suaranya saja yang kenceng tapi larinya kalah dengan motor standar. Atau ada juga yang fokus ke tampilan saja dengan mengganti pelek dengan tipe jari-jari dan memasang ban super tipis (ban khusus drag maksudnya..), ini menurutku juga kurang baik karena klo mesin motor sehat dan bisa kenceng tapi trus gara-gara pake ban tipis jadi ga bisa belok saat digeber kan malah BAHAYA, Bro….coba banyangin, pas lagi kebut-kebutan ma Supra x (hehehe…) dan FU berhasil melibas dengan mudahnya…tapi trus tau-tau nyungsep di tikungan karena traksi buat menikung kurang…kan tengsin jadinya .

Bertolak dari hal-hal tersebut aku mengadakan riset up-grade performa FU yang dapat dicontoh oleh para pelajar pemakai FU…intinya siy up-grade performa tapi dengan biaya terjangkau oleh para pelajar..hehehe…gitu loh maksudnya khusus pelajar tuh…!

Dari hasil pengamatanku beberapa bengkel top dalam melakukan up-grade terhadap FU selalu mengandalkan penggantian part dengan merek-merek terkenal yang jelas harganya mahal. Menurutku siy semua orang juga bisa ngencengin FU klo duitnya banyak…..tinggal tebus part-part racing yang mahal trus dipasang… jadi deh FU kenceng! Cuman masalahnya bagaimana nasib adik-adik pelajar yang pengen FU-nya juga kenceng tapi uang saku terbatas…hehe..maksudnya belum tentu juga uang sakunya benar-benar terbatas, tapi mereka kan punya pos pengeluaran lainnya juga kaya misalnya biaya nraktir gebetan, biaya merias diri biar cepet laku..hehhe..biaya nyogok nyokapnya gebetan..dan lain-lain, yang intinya membuat pos pengeluaran buat si FU jadi terbatas..

Nah, buat adik-adik pelajar penggenjot FU…yang tua-tua juga boleh nyonto ding, berikut adalah tip up-grade yang (sebagian besar) dah dipraktekin langsung di motorku…yang jelas aku jamin dengan melakukan uipgrade seperti ini tidak akan membuat TTM kalian terlantar,,,piss…

1. Langkah pertama yg paling gampang, ganti Pilot jet dengan ukuran 17.5, bisa pake punya shogun lama. Harga palingan 30rb. Klo mau lebih murah pake merek Kitaco harnganya 17,5ribuan

2. Lepas paking kepala silinder, pake 1 lapis aja yang tengah, langkah ini berarti naikin rasio kompresi dari standarnya 10,2 menjadi sekitar 11,4. Langkah ini siy ke bengkel aja, misalnya sekalian pas servis besar. Klo mau naikin kompresinya lebih tinggi lagi, paking blok bawah bisa dilepas dan ga usah pake paking, cukup pake lem paking aja (yang atas tetep pake 1 paking), trik ini dah dicoba mekanik jogja dan terbukti piston gak tabrakan dengan klep ataupun ada kebocoran oli. Langkah lepas paking blok bawah ini pengen aku cobain tapi blum sempet, ntar pas servis besar lagi aja kayanya.

3. Porting lubang in & out. Lubang in dan out masing-masing di gedein diameternya 1 mm Yang ini juga harus ke bengkel. Beberapa bengkel top mematok harga 300rb hingga 500rb. Tapi bengkel2 balap rumahan palingan 100rb.

4. Ganti karbu (berarti langkah nomor 1 ga perlu), saran pake punya RX King (karena murah, dan cocok dan bisa langsung pasang ke intake manifold dan filter udara standar), spuyer bisa coba PJ 20 MJ 150, setelan udara 1,5 putaran berlawanan arah jarum jam (plis note tiap motor bisa beda2), posisi klip jarum skep di ulir nomor 2 dari atas. Alternatif lain bisa juga pake punya NSR SP yakni Keihin PE 28 harga barunya 600 rbuan yang Thailand (Awas barang palsu china). Klo ganti karbu, sebaiknya juga pasang keran bensin model kompresor buat gantiin aslinya yang model vakum…biar aliran bensin lancar…

5. majuin gigi TOP 1 mata, ini berarti majuin waktu buka tutup katub masuk dan buang. Kalo mau lebih advance lagi setingannya adalah klep masuknya dimajuin 1 mata trus buangnya dimundurin 1 mata…istilah teknisnya buat nyempitin LSA-nya (Lobe Separation Angle…buat optimalkan proses pembilasan di putaran tinggi…hehehe…bingung, bingung deh….), hasilnya juga mantap tapi kerenggangan klep harus dibikin lebih sempit (jadi in 0,07 mm dan out 0,1 mm) dari ukuran standarnya dengan cara mainin tebal shim-nya. Yang ini siy jelas mending ke bengkel aja deh…trus bengkelnya juga harus yang jago.

6. lepas saringan udara (klo dah ganti karbu), yang dilepas hanya elemen saringan udaranya aja…itu tuh yang ada ada kertas saringanya. Sedangkan boknya masih terpasang dan tersambung ke karbu . Kalo masih tetap mau andalkan karbu standar maka saringan satndar masih dapat dipakai/dipasang tapi kertasnya di lubangi dibeberapa tempat, guntingin aja, palingan 3 lubang ukuran 0,5 x 4 cm (panjang x tinggi). Bisa dilakuin sendiri

7. potong kabel koil 2 cm (=ngurangin resistensi kabel sekitar 10%), Bisa dilakuin sendiri. Ingat masang kabelnya lagi harus bener2 kuat, caranya ditusukin dan diputar hingga ngedrat.

8. ganti pake busi Iridium (saran yang agak murah pake merek Sindengen/SDG 30rb) hasilnya lumayan. Klo mau tetep pake busi standar juga gapapa, cuman atur lagi celahnya jadi 0,9 – 1 mm

9. oli pake yang khusus motor (merek apa aja yang penting asli), trus pake yang 10/40.

10. ganti knalpot free flow, saran yang murah dan cukup ampuh pake bikinan Edi Sawangan (yang pelat pernis cuman 250 rb)…yang jelas tampilan jadi lebih sangar bin bengis karena bahan knalpot dari pelat yang di pernis doing plus coklat-coklat kaya karatan …jauh dari kesan klimis yang sering ditimbulkan bila pake knalpot aluminium atau krom…hehehe…no offense ya buat yang pake knalpot mahal 2… )

11. Posisi as roda pada penyetel kekencengan rantai diusahakan pada posisi sedepan mungkin, klo perlu potong 2 mata rantainya. Keuntungannya, jarak poros roda depan belakang makin pendek jadi motor lebih lincah bermanuver..khasiat lainnya buat mengurangi bunyi-bunyian dirantai karena rantai beradu dengan lengan ayun.

12. Per kopling di ganjel kurang lebih 1 mm, bisa pake potongan per kopling (bisa pake punya motor apa aja asal diameter sama, harga palingan 15 ribuan), tapi mesti ditipisin pake gerinda dulu biar ga ketebelan. Langkah ini sebaiknya dibengkel aja deh. Trus di ujung kabel kopling yang di atas bak mesin, diujungnya dipakein per yang sering dipakai di rem teromol (harga 5 ribuan) untuk ngedorong tuas pengungkit kopling agar baliknya cepet. Hasilnya kopling jadi cepet baliknya dan motor langsung loncat begitu kopling dilepas….yang jelas kedua langkah ini bisa juga diganti dengan pasang per kopling racing (100 – 150 rb, tapi awas, beberapa pemakai per kopling racing mengeluh motornya cuman enak 3 bulan, abis itu per jadi lembek dan kurang nendang lagi….per kopling standar terutama yang CBU kayanya lebih durable dan dengan diganjel, kekerasannya akan setara dengan per racing). Tapi perhitungkan efek sampingnya yakni jari tangan kiri jadi pegel2 klo lewat jalan macet.

13. Pulser digeser 1 ampe 2 mili…yang ini aku ga tau kenapa bisa bikim motor makin melesat, tapi aku praktekin hasilnya memang berasa kok. Suruh orang bengkel aja yang mundurin.

14. nah klo semua langkah diatas…atau beberapa aja deh…udah dilakukan pasti performa motor dah melonjak. Tapi khusus untuk temen2 di Jakarta ato daerah yang ramai dalam artian trek lintasan pendek2 yang mengakibatkan ga bisa leluasa pol gas di gigi 5 ato 6…maka disarankan ganti gir depan pake yang 13 mata (standarnya 14 mata) bisa pake punya yamaha crypton ato F1ZR…beli aja yang buatan aspira atau indopart cumin 30 ribuan…hasilnya motor lebih narik lagi ampe gigi 6 sekalipun. Langkah ini tidak mengurangi Top Speed secara signifikan (lagian kan disaranin buat yang sering kena macet jadi ga pernah nge-top speed..hehe) malahan justru bikin motor lebih cepat menggapai top speed.

Bila dana masih ada
Langkah lanjutan adalah mengganti CDI, koil dan camshaft racing…paling ga untuk 3 item ini butuh 1,5 juta..tapi sangat setimpal bila dilakukan..hehe.. saran pake CDI XP Andrion HP 7 (400 ribu) dipadu ama koil andrion juga (170 ribu). Sebagai informasi, untuk teman2 di jawa tengah ma timur lebih suka pake CDI Rextor. Untuk CDI BRT sebenarnya bagus juga, hanya saja menurut produsennya dan dari hasil test, BRT hanya cocok bila koil masih pake yang standar…klo koilnya racing malah kadang drop tenaganya atau CDI-nya cepet mati.

Bila CDI telah diganti racing maka sebaiknya per klep juga diganti yang lebih keras, bisa pake merek2 racing seperti WRD, CLD, TK, dll…atao bisa juga pake aslinya tapi diganjal 1 mm (ini lebih recommended karena kasusnya sama dengna per kopling, yang racing kadang jadi lembek lama-lama…

Untuk camshaft/noken as bisa pake WRD, CLD, Kawahara, Akutagawa (850 – 1 jutaan…ato NMF yang hampir 2jutaan)…ato apalah terserah…soalnya aku sendiri blum nyobain klo yang ini. Klo dah ganti chamshaft pake yang racing berarti langkah No. 5 tidak perlu dilakukan.

Semoga berguna.

Modif Satria FU 150 Buat Keluar Kota

Modif Satria FU 150 Buat Keluar Kota dan latihan balap dengan operasional lebih murah

Satria FU 150 standar, seperti pada kebanyakan mesin 4 tak single silinder tarikannya terasa berat dan top speed terbatas oleh CDI Limiter.
Selain itu jangan lupa merubah point penting pada pre klep & stank klep, krena kan ini motor bukan untuk balap jadi sebaiknya komponen yang belum racing di racing-in ya, biar awet Smile

Berikut beberapa tips untuk memperkencang FU
* Ganti CDI dengan CDI Racing Non Limiter (* misal: BRT HyperBand / DualBand / Rextor *). CDI non limiter biasa (CDI Shogun 110) gak akan maksimal di putaran tingi.
* Ganti Leher Knalpot dengan model FreeFlow (minim Lekukan) dan pertahankan Mufler (silinder buang knalpot) dengan menambah lubang exhaust sekat dalam bagian balakang.
* Tutup saluran Dekompresi.
* Ganti ukuran pilot Jet 15, rekomenddasi pakek punya Yamaha Vega 5 ER (bukan Vega R New yang ukurannya 17,5) n lebih bagus lagi pake karbuukuran 28 (Keihin PE/PWK).
* Ganti per klep standar dengan per klep racing dan kampas racing (Rekomendasi punya TDR).
* Jangan sekali-kali copot/lepas pak silinder blok/kop karena FU punya kompresi yang tinggi. Kecuali pake AFGAs/R1 ga jadi masalah.
* Tambahin lubang (tindik) pada skep karbu standart sehingga skep cepat naik saat kita tarik gasnya, dengan lubang diameter sama dengan aslinya (2mm).
* Ganti Stang Kemudi dengan Stang Suzuki Rider 125.